ini untukmu, Ibu.

kini
hembusan sepi merasuk persendianku
ku pejamkan mata
terlintas ribuan kenangan bersamanya
saat dulu
saat itu
ragam warna kita nikmati
canda tawa terurai indah
saat mentari meredup
aku marah, aku takut
takut jika hari ini tak terulang lagi
aku resah
resah karena hari ini harus berakhir
biarlah berakhir putri kecilku
esok kita lanjutkan!
kupeluk ia
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil-kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Ibu, kau Pahlawanku .
ku merindumu selalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: