Tingkat Kelahiran ( Fertilitas )
(di Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)
Oleh : Pupu Pia Supiati

Pertumbuhan penduduk dewasa ini sangatlah pesat, melihat angka kelahiran bayi (fertilitas) yang tak seimbang dengan angka kematian (mortalitas) setiap tahunnya. Hal ini salah satu penyebab banyaknya sebagian masyarakat yang melakukan pernikahan dini, dan masih menjadi budaya masyarakat Indonesia, bahwa pemikiran banyaknya anak akan banyak rejeki, ini menimbulkan melonjaknya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia.
Bandung, salah satu kota besar di Indonesia yang padat penduduknya. Anggapan bahwa di kota-kota besar tersedia lapangan pekerjaan yang luas, dan gaji yang menggiurkan, menjadikan kota-kota besar di Indonesia padat penduduk, lonjakan ini yang menjadikan kota besar khas dengan gelandangan, pengemis, anak jalannan dan kemacetan. Fakta yang ada, bahwa sepasang suami isteri yang tinggal di kolong jembatan, atau kata lain gelandangan, mempunyai anak lebih dari tiga, sehingga tidak ada upaya lain begi mereka untuk menjadikan anaknya sebagai anak jalanan, mengais rejeki dibawah sengatan matahari yang panas, tidak menjadikannya anak yang berpendidikan. Inilah cermin kenyataan kemiskinan bangsa Indonesia.
Masih di kota Bandung, Bandung bagian Barat yang termasuk pada Kabupaten, sedikit berbeda dengan Bandung kota yang gersang, tandus, polusi serta hiruk pikuknya, ini merupakan kawasan perindustrian dan dominan kawasan perkebunan dan pertanian. Angka kelahiran bayi pun sama meningkatnya, perbincangan dengan seorang Bidan di kawasan Desa Ciwaruga Parongpong Bandung Barat yang bernama Kurtanti, atau kondang dipanggil Bu Engkun, yang telah dua puluh tujuh tahun menangani proses kelahiran di daerah Desa Ciwaruga. Beliau mengaku sepanjang awal tahun 2012 ia telah menangani proses kelahiran kurang lebih seratus ibu yang melahirkan, dan semuanya berjalan normal serta sehat, baik ibunya ataupun anaknya. Selebihnya, ada beberapa ibu yang harus di rujuk ke rumah sakit untuk persalinan yang membutuhkan tindak operasi. Penyebabnya beragam, biasanya keadaan bayi sungsang, bayi yang besar, pecahnya ketubah hijau yang belum saatnya, serta Placenta Previa atau ari-ari yang menutupi jalannya kelahiran.
Selama dua puluh tujuh tahun menjalankan profesi seorang Bidan, Bu Engkun mengaku tidak pernah seorang pun kasus ibu yang melahirkan meninggal, begitu pun bayinya. Semua berjalan normal sekalipun ada Ibu yang hampir menopose, atau melahirkan dalam usia 46 tahun, Bu Engkun berhasil membantu proses kelahirannya dengan normal, meskipun Ibunya harus di infus untuk jaga-jaga hipertensi.
Selain menangani proses melahirkan, Bu Engkun juga menerima jasa periksa kehamilan, imunisasi, keluarga berencana atau KB. Adapun jenis KB yang bisa di layani Bu Engkun, adalah KB jenis suntik saja. Pengguna KB suntik Bu Engkun mencapai lebih dari 200 ibu se desa Ciwaruga. Ini menunjukan bahwa disamping meningkatnya angka kelahiran di desa Ciwaruga, banyak juga Ibu-ibu yang menggunakan KB atas kesadaran dan pengetahuan mereka, bahwa ada baiknya juga mengikuti saran pemerintah dua anak lebih baik. Ataupun demi kesehatan si Ibu itu sendiri. Apapun keadaannya, kelahiran akan terus ada dan meningkat sampai saatnya tidak ada lagi kehidupan, namun selagi bumi masih berputar, generasi-generasi negeri haruslah diberi kesempatan untuk bisa menikmati keindahan bumi pertiwi ini, pendidikan, dan pekerjaan.

Narasumber :
Nama : Kuntarti, Amd.Keb
Tempat tgl lahir : 13 Mei 1955
Pekerjaan : Pensiunan
Agama : Islam
Lulus Bidan ( D1 ) : 1985 – STIKES Ciumbuleuit, RS Salamun, Bandung
Lulus Ahli Madya : 2011 – STIKES Ciumbuleuit, RS Salamun, Bandung
Nomor SIP : 445-93/061.12.04-Bdn/DiKes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: