karya abal-abalan


– MATI –
“Dit, rambut gue mulai rontok, dan sering mimisan! ah gue pasrah.” ucap Naufal saat ia terbaring di kamarnya.
“santai Bro, loe jangan putus asa kayak gitu dong, loe harusnya bersyukur masih bisa lihat gue! hehe.” timbal Radit berusaha menghiburnya.
“ah loe itu..” ucap Naufal menggantung, lalu sesaat kemudian mata Naufal melotot, mulutnya ternganga, lalu ia terpejam kasar, mengernyitkan dahinya, merobek bajunya, dan keluar darah dari mulut dan hidungnya. Radit panik, membawanya ke rumah sakit.
“Dit, loe pasti udah tau sampe kapan umur gue, gue minta beberapa permintaan terakhir sama loe. Pertama, gue pengen loe jadi anak ortu gue, kasian mereka hanya punya gue. kedua loe sahabat yang paling baik, dan loe pasti tau apa yang terbaik buat gue jikalau gue mati, loe jangan pernah menangis sejadi-jadinya jikalau gue mati, loe hanya boleh meneteskan air mata buat gue, karna loe tau kan jikalau loe nangis, itu bikin gue gak tenang di alam sana, dan memberatkan gue, tentunya loe gak mau kan membuat gue menderita karena loe? gue belom pernah banyak meminta sama loe, hanya itu permintaan terakhir gue.” Naufal menyudahi ucapannya dengan tangisan darah. Radit hanya bisa diam pasrah.
“Fal, dan satu hal yang gue pinta jikalau loe telah mati. gue mohon kalo loe kangen gue, loe liat gue nangis tapi bukan menangisi loe, loe liat gue terpuruk, liat gue down, pokoknya liat situasi gue buruk, jangan pernah dekati gue, jangan pernah mencoba menghapus air mata gue, jangan pernah mencoba mengusap kepala dan punggung gue, ataupun mencoba memberi bahu loe, karena saat itu loe membawa wabah pada fisikku.” Radit mengusap air matanya dan melanjutkan ucapannya lagi.
“loe dengan dunia loe, dan gue dengan dunia gue.” kata Radit serak.
“yah, gue setuju.”
Radit pamit pulang, saat berjalan menuju parkiran di basement, mobil Toyota Yaris hilang kendali saat menuruni jalan terjal, dan
braaaaakkk!!!!!
darah bercucuran, dua kalimat syahadat terlontar dari mulut Radit, lalu ia menghembuskan nafas terakhirnya.# kita gak pernah tau ajal kita, maka selagi nafas masih bisa kita hembuskan, nikmatilah, syukurilah. dan serahkanlah semua urusan kita, hidup mati kita hanya pada Allah SWT.#
by : ANL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: